Showing posts with label Shenzhen. Show all posts
Showing posts with label Shenzhen. Show all posts

Thursday, May 17, 2012

Backpacker Hongkong-Macau-Shenzhen 5-6

Day 1 : Perjalanan Sby-KL-Shenzhen-HK
Day 2 : Hongkong
Day 3 : Macau - Hongkong
Day 4 : Hongkong - Shenzhen
Day 5 : Shenzhen
Day 6 : Perjalanan Shenzhen - KL - Surabaya

Day 5 (Shenzhen)

Setelah kesan pertama yg menyenangkan di restaurant Juwei di hari ke 4 maka di hari ke 5 ini kami kembali lagi ke restaurant ini untuk sarapan pagi. Tapi di pagi hari restaurant yg buka dari jam 7a.m. ini menjual menu yg berbeda. Dan menu ini tidak kalah nikmatnya. Cara memasaknya pun unik. Hanya butuh waktu sekitar 1-2 menit sampai makanan ini tersaji di meja kita. Rasanya mirip dengan makanan "Cheung Fun" yg bisa kita temukan di restaurant dimsum.
Chinese Fast Food only RMB 7 : Some kind of spring roll skin in oyster sauce
There are 2 option : with/without egg 
Persis di sebelah restaurant ini ada tangga turun yg menuju Metro station. Dari Lao Jie saya naik metro ke OCT / Huaqiaocheng station exit D.Click for SHENZHEN METRO MAP & How to take subway in Shenzhen. Tujuan pertama kami adalah

Splendid China and Chinese Folk Museum 锦绣中华

How to get there :
By bus : bus number 1, 101,21,26,105,113,201 and many other bus get off at "Konka Group" atau "Splendid China" and 5 minutes walk.
By Metro : OCT /Huaqiaocheng station (line 1 - green)
Tiket masuk ke dua tempat ini di jual 1 paket yaitu : RMB 120
Opening hours : 
Splendid China : 10:00 - 18:00
Folk Culture Village : 10:00 - 21:00

Ada beberapa cara menikmati taman buatan sebesar kurang lebih 30 hektar ini.
1. Berjalan kaki
2. Naik kereta rame2 (tapi saya tidak bisa memberi info harganya)
3. Menyewa sepeda listrik seharga RMB 60 /hour (1 orang) dan RMB 120/hour (2 orang)
Naik sepeda listrik ini sangat nyaman dan kita bisa berhenti sesuka hati kita untuk berfoto atau melihat2 pertunjukan yg di sajikan di dalam taman ini.
Waktu yang saya sarankan : 5-6 jam dengan perpaduan jalan kaki dan sewa sepeda listrik
Dari pintu masuk, Splendid China ada di sisi kiri  dan Chinese Folk Museum ada jurusan arah kanan.

(Splendid China)
Splendid China adalah bagian taman yang saat ini memiliki 82 bangunan tiruan dari icon2 budaya dan kekayaan alam di seluruh penjuru China. Dihadirkan dalam skala 1:15 dari bangunan aslinya, miniatur2 ini memudahkan kita menikmati keindahan China dalam beberapa jam.
Beberapa icon terkenal yang ada di sana adalah:
- The Great wall 

- Nine dragon screen wall (Shanxi)
- Memorial temple of Zhuge Liang (Sichuan)
- Shaolin Monastery (Henan)
- The old summer palace (Beijing)
- Ming Dynasty tombs (Beijing)
- Temple of Heaven (Beijing)
- Terracota Warriors and Horses (Shanxi)
- Potala Palace (Tibet)
Untuk menghemat tenaga gunakan kereta atau sepeda listrik untuk berkeliling Splendid China
(Chinese Folk Museum)
Bagian taman yg ini menyajikan pertunjukan2 kebudayaan China. China adalah sebuah bangsa besar dengan beragam suku. Di Chinese Folk Museum ini, dihadirkan perwakilan dari suku2 China. Ada orang2 yg berpakaian sesuai suku yg diwakilinya, pemandangan dan rumah2 di buat sesuai bentuk asli rumah suku itu, beserta budaya suku tersebut.
Charm
Tempat menyimpan bahan makanan di dinding luar rumah
Kita juga bisa menyaksikan tarian dan budaya mereka dalam pertunjukan yg sudah di kemas apik dan menarik pada setiap desa2 tersebut. Jam pertunjukannya pun sudah di kemas sedemikian rupa sehingga kita bisa menikmatinya secara berurutan ketika kita berjalan menyusuri Chinese Folk Museum ini.
Penonton di ajak melihat cara tradisional suku Li ini menghidupkan api
Penari Tibet
Pertunjukan2 di Chinese Folk Museum :
Wei Ethnic Village - The Tianshan People 
Show : 10:30-15:00-16:40
Tibetian EthnicVillage - Mysterious Tibet
Show : 11:00-14:40-15:40
Li Village : Halonggui
Show : 13:20-16:30
Va Ethnic Village : Amazing mt.Awa
Show : 12:20-14:30
Mosuo People Village : a Story of the Girls' Country
Show : 13:30-16:30
Dai Ethnic Village :BannaCustom
Show : 11:30-16:00
Miao Ethnic Village : Love of Reed-popeWind
Show : 13:00-16:20
Yi Ethnic Village : Hometown of Ashima's
Show : 14:00-15:50

Jika kaki sudah penat disana juga tersedia bbrp tempat makan dan penjaja souvenir serta cemilan. Selain show di tiap "desa" buatan tersebut, ada 3 show utama yg "must watch" kalau ada waktu.

Battle on horseback show - Golden Spear Dinasty
Show : 14:00 /16:00
Sebuah pertunjukan memukau yg mampu membuat merinding dengan sound effect nya, kemampuan berkuda para personel pertunjukan ini sangat mengagumkan. Mereka berkuda lengkap dengan pakaian perang dan senjatanya bak di film perang.

Dancing Show in Traditional Costumes Oriental Apparel
Show : 17:00
Dragon and Phoenix Dance
Show :19:30
Memadukan music, tarian, magic, lights show, martial arts, sebuah pertunjukan kolosal yang sangat menakjubkan tentang China.

Saking serunya kami berkeliling di taman ini, akhirnya kami memutuskan untuk meniadakan tujuan kami berikutnya ke Window of the World (WOW) / ShijiezhichuangKami memutuskan memilih Splendid China dengan alasan berhubung kami sedang berada di China, jadi kami ingin menikmati budaya2 dan cerita tentang China lebih dulu. Sedang Window of the World adalah taman miniatur yg mirip dengan Splendid China tapi berisikan icon2 dan keajaiban dunia seperti Merlion dari Singapore, Sidney Opera House dari Australia, The Grand Pallace dari Thailand, Eiffel Tower dari France, dan berbagai wahana dari Inggis, Spanyol, India, Germany, Greece, dll, termasuk Borobudur dari Indonesia.

Window of the world sebenarnya tidak jauh dari Splendid China. Hanya 1 stop station metro. Untuk ke Window of the world kita turun di station WoW exit J. Tiket masuk taman ini adalah RMB 140.
Waktu yg saya sarankan untuk menikmati Shenzhen minimum 2 hari 
Huaqiangbei
Akhirnya kami keluar dari Splendid China dan kembali menggunakan Green Line Metro menuju Hua Qiang Road station.Keluar dari metro station, kami disambut oleh bau eggtart! hahaha mana tahan, akhirnya saya membeli beberapa untuk mencicipinya.

Setelah itu saya langsung masuk gedung pertama di depan exit metro itu dan alangkah takjubnya saya bahwa mall ini penuh berisi segala jenis kebutuhan akan elektronik. Lantai pertama penuh dengan etalase2 berisi komponen komputer, chip2, baut kecil2, dsb. Tidak perlu membeli, melihat jumlahnya saja sungguh menakjubkan. Lantai 2 menjual kabel2, lantai 3 menjual pc dan laptop, sampai ada 5 lantai dengan bagian2nya sendiri.

Gedung ini hanyalah 1 gedung mall dari sekian gedung lain di kawasan Huaqiangbei ini. Masih ada gedung2 lain dengan barang elektronik2 lainnya, bahkan ada 1 gedung khusus menjual jam tangan ber-merk.

Luohu Commercial City
Kami kembali lagi ke kawasan Luohu station, tapi kali ini bukan untuk urusan imigrasi lagi loh :p
Shenzhen adalah salah satu kota di China yg terkenal sebagai tempat berbelanja yg harganya miring. Selain harga yang murah beragam barang yg di tawarkan juga menjadi daya tarik sendiri. Salah satu tujuan belanja di Shenzhen adalah Luohu Commercial City yg tepat berada di perbatasan menjelang Hongkong. Jadi tepat sebelum kita masuk ke daerah Imigrasi ada gedung bertingkat di kiri kita. Disanalah LCC berada.
Kenali barang yg akan Anda beli. Jika tidak bisa membedakan kualitasnya jangan percaya pada keasliannya.
Tawarlah sekitar 1/8 dari harga yang di tawarkan. Memang kadang membuat kita berpikir apa ga keterlaluan nawarnya? Tapi harga yg ditawarkan mereka juga sudah di tinggi2 kan untuk kita yg berwajah turis.
Dongmen Shopping Street
Puas melihat lengkapnya Luohu Commercial City, kami beranjak kembali ke Lao Jie station dimana area hotel kami berada.

Kebetulan di area ini pula sebuah area belanja yg lebih besar lagi dari LCC berada. Area Dongmen ini berisi ratusan toko kecil di kiri kanan jalan. Kebanyakan mereka menjual produl fashion. Merk2 seperti Giordano,Baleno juga menghiasi jalanan itu. Selain itu juga banyak sekali toko2 aksesoris, makanan, koper, tas, perhiasan, dll.Tidak mampu lagi melihat dimana ujung toko2 ini berakhir, maka kami berjalan pelan kembali ke hotel Xiang Mei.

Tapi di tengah perjalanan ada suara yang menarik perhatian kami. Sebuah suara nyanyian negara Arab yg cukup keras, kemudian kami melihat kerumunan di depan sebuah toko. Ternyata itu adalah sebuah stand makanan yg hanya menjual 1 menu : satay kebab raksasa. Hanya saja uniknya, penjualnya menari dan menyanyi sembari menunggu satay super jumbo di panggang. Cara yg unik untuk menarik pembeli ;)



Sesampai di hotel yang hanya terletak di seberang jalan, segera kami packing lagi untuk bersiap2 pulang di hari ke 6 kami.

Day 6 (Shenzhen-Surabaya via Kuala Lumpur)
Akhirnya petualangan kami di Hongkong-Macau-Shenzhen harus di akhiri dulu hari ini ... hiks.. Masih banyak makanan dan hal yg belum kami coba di 3 "negara" ini. We'll coming back someday!

Pagi2 kami beranjak ke Lao Jie Station dan membeli token menuju Airport East station seharga RMB 8.55. Harga yang sangat2 murah untuk perjalanan sekitar 1 jam. Seperti ulasan saya di hari pertama, Bao' An Shenzhen International Airport jauh dari bayangan kata2 international.Malah, bandara domestiknya sangat jauh terlihat lebih modern dan besar.
Loket check in di bandara international juga tidak terlalu banyak dan berkesan sederhana saja, setelah melewati proses imigrasi, ruang tunggu boarding juga hanyalah 1 hall yg bs di bilang tidak cukup besar juga. Hanya ada tidak lebih dari 5 toko kecil di dalam ruang tunggu.
Jangan terlalu mengandalkan duty free di Bandara International Bao An Shenzhen ini, karena jika barang yg Anda cari tidak ada di tempat minim fasilitas ini maka Anda sudah tidak bisa keluar lagi.
Gerimis menyertai keberangkatan kami ke Kuala Lumpur bahkan pesawat Air Asia sempat delay krn kondisi cuaca. Kami hanya memiliki sedikit waktu sisa untuk pindah ke pesawat menuju Surabaya di Kuala Lumpur LCCT untungnya antri tidaklah terlalu panjang sehingga masih ada waktu untuk membeli sedikit oleh2 di duty free dan juga toko cemilan di LCCT ini.
Country's Tid-Bits & Candies Cottage
They give FREE samples

'Till we meet again ....

Wednesday, May 16, 2012

Backpacker Hongkong-Macau-Shenzhen 4

Day 1 : Perjalanan Sby-KL-Shenzhen-HK
Day 2 : Hongkong
Day 3 : Macau - Hongkong
Day 4 : Hongkong - Shenzhen
Day 5 : Shenzhen
Day 6 : Perjalanan Shenzhen - KL - Surabaya

Day 4 (Hongkong - Shenzhen)
Setengah hari ke 4 ini aku habiskan di Hongkong Island dan Kowloon sebelum meninggalkan Hongkong dan masuk kembali ke Shenzhen.

Setelah menitipkan ransel2 kami di Cosmic Guesthouse (free of charge sampai dengan pukul 18:00), kami menuju ke Shueng Wan MTR station exit B. Di sana  kami melihat sebuah bangunan pasar tertua dengan gaya arsitektur Edwardian yg di bangun pada 1906.

Western market sekarang ini menjadi sebuah pusat perbelanjaan yang cukup lengang di banding pusat2 perbelanjaan lain di Hongkong. Jam buka nya jam 9am-7pm.

Salah satu tujuan kami mampir di Western Market juga karena persis di belakang gedung ini ada Tram Terminus (pos pemberhentian tram). Tram hanya bisa kita jumpai di Hongkong Island dan bergerak pada jalurnya dari ujung Kennedy Town terminus sampai dengan Shau Kei Wan terminus melewati beberapa titik pemberhentian di sepanjang Hongkong Island. Kami sendiri bertujuan untuk turun di Causeway Bay Terminus.


Ding Ding Tram - Jauh dekat HK$ 2.3. Tidak usah takut kesasar.
 Jika kelewatan langsung turun saja di next stop dan ambil tram ke arah sebaliknya 
Jangan lewatkan sensasi melihat kehidupan lokal di Hongkong Island dengan duduk di tingkat atas. Ini adalah salah satu cara hemat berkeliling Hongkong Island. Cara naik tram ini adalah naik dari belakang dan kemudian ketika turun dari pintu depan kita bisa bayar dengan Octopus Card. Di tiap pemberhentian tram ada peta jalur yg dilaluinya. Jadi kita bisa pilih pemberhentian terdekat ke tempat tujuan kita.
Jangan naik Ding-Ding dari pintu depan. Pintu depan adalah pintu keluar.
Tram sudah menjadi suatu bagian hidup orang Hongkong sejak 1904. Untuk lebih mengetahui sejarah double-deck tram yang juga oleh orang Hongkong di sebut "Ding Ding" bisa klik di sini

Pagi ini kami ingin mencicip dimsum yang terkenal di Hongkong sebagai menu favorit lokal maupun wisatawan. Kami memilih Pier 88 restaurant di Sino Plaza (arah belakang Sogo Causewaybay). Dimsum restaurant di Hongkong selalu penuh dan ramai terutama di pagi hingga menjelang siang.

Ada perbedaan budaya yang saya pelajari di tempat makan di Hongkong ini, dan nampaknya ini juga berlaku di China. Jadi, ceritanya saya tidak terlalu bisa minum teh atau kuah panas. Jadi saya selalu membuka tutup poci teh chinese yg di hidangkan agar tidak terlalu panas ketika saya akan meminumnya. 
Tapi ternyata hal ini tidak boleh kita lakukan di sana, karena membuka tutup adalah tanda kita meminta poci teh tersebut di isi kembali. Jadi malu saya ketika teh poci yg masih penuh di ambil lagi oleh waitress :p 

Hidangan otentik Hongkong memberikan energi pada kami untuk melanjutkan perjalanan ke Stanley Beach. Dengan kondisi cuaca yang sedang hujan, kami mencoba peruntungan dengan harapan di Stanley tidak hujan atau sudah berhenti.
Kami berjalan kaki mencari Tan Lung Street di dekat Times Square via Hennesy Road, di mana Green Minibus number 40 akan mengantar kami ke Stanley Beach dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Minibus ini beroperasi 24 jam dan berangkat setiap 2-5 menit (06:00 - midnight) biaya HK$ 9 dan setiap 15 menit (midnight - 06:00) biaya HK$ 11. Ketika naik, kita tap octopus card kita pada alat sensor di sebelah pintu masuk. Minibus ini akan berhenti beberapa kali, sedang Stanley Beach adalah pemberhentian terakhir. Jika takut terlewat, 1 pemberhentian sebelum stanley beach adalah sebuah bangunan mall kecil di kanan jalan. Jadi minibus akan menyeberang jalan masuk ke latar mall kecil itu lalu berputar balik lagi ke jalan raya.
Tiba di kawasan wisata ini rintik hujan masih turun, tapi jangan khawatir karena selain pantai, kawasan ini juga terkenal dengan marketnya. Beberapa toko di pintu masuk memang lebih terbuka, jalanannya tanpa atap, tapi jika kita masuk sedikit lebih ke dalam, ke lorong2 di dalam market ini, kita tidak perlu khawatir akan kehujanan karena ada terpal2 yg menaungi. Stanley Market tidak seperti Ladies Market dalam soal harga. Di Stanley market ini harga relatif lebih mahal dan kita tidak bisa menawar terlalu banyak namun barang yg di jajakan juga ada perbedaan jenis dan kualitas.

Kami kembali ke area Kowloon setelah puas berkeliling di Stanley Market dengan Green Minibus 40 lagi dan berhenti di dekat MTR causewaybay. Biaya yang terpotong pada octopus card kami juga sama yaitu HK$ 9. Dari Causewaybay kami menuju MTR Sam Shui Po station exit D2. 
Saya takjub dengan pemandangan di Golden Complex yg persis letaknya di depan exit D2. Golden Complex adalah sebuah bangunan 2 lantai yg penuh berisi toko yg menjual gadget2 dan aksesoris komputer khususnya. Saya sendiri sempat membeli tablet 7 Inch bermerek Ainol. Harga di sini adalah harga pas, tidak pake nawar. 

Ternyata di kawasan Sam Sui Po ini jg patut di jadikan tujuan untuk berjalan2 dan wisata kuliner. Banyak penjaja makanan lokal serta cemilan2 selain yg jual gadget di luar Golden Complex. Dari exit D2 ini jika kita berjalan 2 blok, akan kita temukan Un Chau Street.  Di sanalah kami mencari Lok Lam Snack yg buka dari jam 3pm - 1.30am. Di Lok Lam ini kita bisa merasakan aneka hidangan dessert khas Hongkong seperti Puding Mangga, egg white and milk pudding, Black sesame dumplings in ginger soup, tofu pudding dan lain2. Mereka punya menu berbahasa Inggris ;) Soal rasa? Lidah saya tak bisa bohong....wenaakkk... :p
Deliciouss... tofu pudding
Sayang kami tidak bisa berlama2 mencoba berbagai menu, karena harus kembali mengambil ransel2 kami yg di titipkan di Cosmic dan segera meninggalkan Hongkong. Jadi menu dessert (penutup) khas Hongkong ini menjadi makanan penutup juga untuk petualangan kami di Hongkong.

Dengan barang bawaan yg cukup berat di punggung kami, kami berjalan cukup lambat di bandingkan gerak cepat langkah penduduk lokal yg pulang kerja. Yah..salah jam deh. Tujuan kami yaitu kembali ke LoWu station dan kemudian melewati imigrasi kembali masuk ke Shenzhen. Perjalanan panjang sekitar 1 jam harus kami tempuh dengan berdiri karena MTR sangat penuh. 

Selepas imigrasi Shenzhen, kami kembali naik Metro (klik disini untuk cara naik metro) menuju Lao Jie station exit C. Disanalah hotel kami Xiang Mei  berada. Kami sempat kesulitan mencari letak hotel ini karena minimnya peta yg bisa di temukan di perbatasan Lowu, tapi berkat bantuan penduduk lokal dan juga berkat voucher hotel yang kami print dari Agoda yg berisikan alamat lengkap serta nama hotel dalam bahasa Inggris dan Chinese, akhirnya kami menemukan hotel yg cukup bersih ini.

Keluar dari exit C kita akan langsung di sambut pertokoan dan ikuti saja arah petunjuk yg mengharuskan kita memutari bbrp toko ke kanan sebelum akhirnya kembali putar balik ke kiri. Keluar dari pertokoan tersebut tinggal kita belok kanan menyusuri jalan sampai ujung. Di sana kita akan temui gedung besar tanpa huruf latin.
Book Now : Clean and Strategic hotel in Shenzhen
Awalnya kami tidak menduga bahwa hotel murah di Shenzhen ini letaknya sangat2 strategis yaitu dekat sekali dengan Dong Men Shopping street. Jadi saya sangat rekomendasikan hotel murah Xiang Mei Lao Jie branch ini. Saya bilang murah karena dengan lokasi yg strategis, kamar yg luas saya hanya perlu merogoh kocek tidak sampai 300 ribu untuk 2 orang. Thanks to Agoda!


Nice dinner @ Juwei - Lao Jie
We get a free hot tea 
Satu hal lain yg membuat saya tidak menyesal memilih hotel ini adalah sebuah restaurant di sebelah kirinya (kurang lebih 100 meter) bernama Juwei. Setelah check in di Xiang Mei, kami segera mengeksplorasi daerah sekitar dan iseng mencoba restaurant yg open to 2a.m ini. Awalnya kami ragu dan takut harganya tidak sesuai saku, tapi ternyata makanan disana cukup murah2 bahkan sepertinya lbh murah dari restaurant sekelas di Indonesia.

Selepas makan dan melihat2 sekeliling hotel kami pulang beristirahat untuk berisap2 melanjutkan petualangan sehari di Shenzhen pada hari ke 5.

Sunday, May 13, 2012

Backpacker Hongkong-Macau-Shenzhen 1

Day 1 : Perjalanan Sby-KL-Shenzhen-HK
Day 2 : Hongkong
Day 3 : Macau - Hongkong
Day 4 : Hongkong - Shenzhen
Day 5 : Shenzhen
Day 6 : Perjalanan Shenzhen - KL - Surabaya

Jalan hemat kali ini berawal dari promo tiket murah yang di adakan oleh AirAsia. Setelah berburu tiket murah pada September 2011, akhirnya kami terbang juga pada Mei 2012. Tiket yang saya beli adalah
SBY-KL,KL-SBY seharga Rp 510.000,-  include baggage
KL-SZX, SZX-KL seharga 440 MYR include baggage
Harga tiket cukup berpengaruh pada budget travelling kita, belilah tiket promo jauh2 hari

Penerbangan dari Sby ke KL (lama perjalanan 2:35menit) setelah transit kami berangkat lagi menuju Bao'An International airport Shenzhen (4:05). Setelah tiba di Bao'An yg ternyata cukup kecil International Terminalnya kita harus keluar dulu ke arah kanan Terminal Domestik dan mengikuti tanda arah ke Metro, kita naiki overpass ke arah seberang terminal tersebut. Sayang sekali minim peta di bandara ini, sesampai di Metro Station pun kami tidak menemukan peta Shenzhen maupun peta Metro dalam bahasa Inggris. Walau begitu peta2 besar di station dan di mesin2 penjual token Metro sudah cukup jelas dan menyajikan bahasa Inggris.

Metro di Shenzhen ini menggunakan token yg bisa di beli di mesin2 pada tiap station. Mesin ini hanya menerima uang kertas 5 RMB atau coin 1 RMB (Jika tidak punya bisa tukar duit di Customer Service yg ada pada tiap station) Di ujung kanan bawah pada layar kita bisa memilih versi Inggris (tapi layar hanya akan bertahan selama mungkin 10 detik) jadi lbh baik Anda lihat dulu station tujuan Anda kira2 di mana pada peta besar di dinding2 station.

Langkah 1 : Klik station tujuan kita (mesin ini menggunakan sistem touch screen).
Langkah 2 : Masukkan jumlah orang (1 token untuk 1 orang)
Langkah 3 : Bayar sesuai jumlah total yang tertera pada layar
Langkah 4 : Ambil token dan kembalian pada lubang di bawah mesin tersebut
Langkah 5 : Sentuhkan token pada bagian scanner di mesin gate masuk ke jalur train
Langkah 6 : Masukkan token pada lubang yg tersedia di atas mesin gate keluar


Untuk ke menuju Hongkong, kita gunakan jalur berwarna hijau tujuan Luohu - 9 RMB (station terakhir, pasti ga nyasar deh :p ) Diatas pintu2 Metro juga ada peta jalur yg dilewatinya dengan bahasa Inggris kok.

Shenzhen Metro Map
Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam. Sesampai di Luohu, bersiap2 untuk prosedur Imigrasi keluar dari Shenzhen lagi dilanjutkan dengan jalan kaki menuju Imigrasi Hongkong dengan melewati pusat perbelanjaan.

Setelah melewati imigrasi Hongkong kita bisa langsung melanjutkan perjalanan dengan MTR dari station LoWu ke berbagai wilayah Hongkong.
Jika akan berada beberapa hari di Hongkong dan memiliki banyak tempat yg ingin dituju lebih baik membeli Octopus Card seharga 150 RMB (50 adalah deposit yg bisa di ambil ktk kita kembalikan kartunya). Octopus card ini bisa di gunakan untuk hampir semua moda transportasi di HK dan beberapa merchant spt 7eleven jg menerimanya.

Kami melanjutkan ke station MTR Tsim Sha Tsui - 34.8 HKD (kurang lebih 1 jam lagi) dimana penginapan kami COSMIC guest house berada. GH ini sangat dekat letaknya dengan exit D1 TST. Begitu keluar, belok kiri beberapa langkah sudah sampai di Mirrador Mansion dan naik ke lantai 12 blok F. (Di Mansion ini banyak sekali GH yg disewakan)
Nice and clean Guest House - Cosmic
Guesthouse ini khas apartment Hongkong yang mini2, tapi kebersihan di Cosmic ini cukup terjaga. Sang reception yg bisa di bilang sudah ibu2 juga cukup ramah, salah satunya juga bisa berbahasa Indonesia. Dari mereka juga kami mendapat bbrp informasi tentang tempat makan di seputaran GH yg masih buka di tengah malam.

Sehabis meletakkan barang2, kami sedikit berkeliling mencari makan. Di sekitar sana masih ada resto besar yg buka dan ramai, ada juga Mc Donald yg buka 24 jam, serta 7eleven jg tidak jauh. O iya, 1-2 blok ke arah kanan dr Cosmic juga ada Hui Lau San yg katanya spesialis dalam menjual aneka dessert dari mangga. kami mampir tapi mrk sudah mau tutup padahal bau mangga yg keras menyambut begitu kita masuk ke tempat makan ini sangat menggiurkan.

Lumayan menguras tenaga hari pertama ini. Tapi untuk first timer kami sangat senang akhirnya bisa tiba di tujuan kami.
Dari pengalaman kami ini, kami menyimpulkan akan lbh baik jika kita mengambil jalur Surabaya - Hongkong via Kuala Lumpur baru pulangnya dari Shenzhen - Surabaya via Kuala Lumpur jika bersama AirAsia. 
Ijin visa juga akan lbh murah karena hanya 1 kali masuk Shenzhen. Sedang Hongkong dan Macau tidak memerlukan visa.
See you on the 2nd day !