Showing posts with label Singapore. Show all posts
Showing posts with label Singapore. Show all posts

Thursday, November 10, 2016

Paket data di Singapore, biar bisa tetap eksis waktu travelling

Untuk kita yang perlu koneksi stabil demi kepentingan mobile kita selama travelling di Singapore, ada sebuah pilihan paket data yang bisa kita ambil tanpa takut biaya data roaming membengkak. Sekarang ada Wi-Fi Router rental yang bisa kita temukan di Changi Airport pada saat kedatangan kita. Dengan cara ini, kita bisa connect hingga 6 gadget sekaligus dengan biaya SGD 12. Kuota yang di berikan adalah 400 MB pemakaian normal / harinya pada kecepatan 3G (setelah itu kecepatannya akan berkurang)

Keuntungan lainnya, kita tidak akan dikenakan biaya pada hari pengambilan alias GRATIS! Hehehe...Dan yang penting nih ya, kita tidak perlu repot lagi setting2 data roaming dengan menggunakan SIM card kita dari Indonesia ataupun SIM card Singapore. Bebas ribet pokoknya.

Baterai dari si router bisa bertahan hingga sekitar 5 jam.

Bagaimana cara sewa wifi router di Changi Singapore?
Call +65 6701 1185 (24 Hours)
WhatsApp +65 8403 4722 (24 Hours)
Email to wifi@changirec.com (9am-6pm, Monday to Friday)

Kita bisa juga langsung mendatangi booth persewaan wifi router di Changi, tapi pada saat high season, disarankan untuk melakukan reservasi online dengan cara2 di atas. Karena resikonya adalah kita mungkin tidak mendapatkan unit wifi router.

Dokumen apa yang diperlukan untuk menyewa wifi router di Changi Singapore?
-Paspor
-Credit Card. (Untuk jaminan jika ada kerusakan pada Wifi router)

Dimana kita bisa mengambil/ mengembalikan wifi router di Changi Singapore?

MRT Map Singapore 2016


Been so long since the last time I go to Singapore, the MRT map is quite different from what I remembered.

This time I go with my friends's family and her kids. We are staying at Fairmont Hotel, five star hotel in Singapore. But since there are some children in this group, this hotel is a good choice since their twin bed quite big. Let me share some of the pic for you. (Thanks to my friend Vebby for taking this pic)






This five star hotel in Singapore has also five star for location. It's very near to MRT CITY HALL. You can book it HERE for a good price.

Tuesday, October 9, 2012

Mid-Autumn in Singapore

Weekend kemarin dapat ajakan dari seorang teman yg baru merayakan ultahnya, alhasil terbanglah saya mengambil rute Surabaya-Jakarta-Singapore.
Minggu pagi2 saya sudah menapak bandara Soekarno Hatta dan cek in untuk penerbangan Tigerairways menuju Singapore. Saya mendapat harga cukup murah untuk penerbangan kali ini melalui www.tigerairways.com . Sayangnya si Tiger tidak melayani rute langsung ke Singapore dari Surabaya.

Day 1
Penerbangan Jakarta-Singapore memakan waktu total sekitar 2 jam. Setiba di Changi Airport terminal 2, saya mengikuti petunjuk menuju MRT station. Segera saya cek saldo EZ-Link dulu pada mesin2 yg tersedia. Jika anda ragu2 bagaimana cara menggunakannya, di Ticket Office dan di General Ticketing Machine itu ada petugas yg akan membantu Anda. Begitu juga jika anda tidak mempunyai pecahan uang 5SGD-10SGD petugas tersebut akan melayani penukaran uang.

EZ-Link card
EZ-Link card - Kartu Sakti 
Kenapa di sebut kartu sakti? hahaha karena kartu ini selain bisa di gunakan untuk naik MRT,LRT dan bus kemanapun kita mau pergi, dia juga di terima di banyak merchant yg bekerja sama seperti 7-eleven dan banyak lainnya (info lengkap klik disini)

Harga kartu ini menurut web resmi nya:
LOCATIONSALES PRICESTORED VALUECARD COST
TransitLink Ticket Offices, Concession Card Replacement Offices, Passenger Services Centres$12$7$5
7-Eleven stores$10$5$5
SingPost outlets$5$0$5
Transportasi di Singapore
MRT map -Singapore
Menjadi turis di Singapore adalah hal yg sangat mudah. Kita bisa mencapai tiap sudut dan Singapore tourist attraction dengan mudah dan cepatnya baik menggunakan MRT maupun bus. Kita jg bisa menggunakan fitur Train Fare Calculator untuk menghitung perkiraan biaya yg kita perlukan.
Note : Naiklah bus dari depan dan turun dari pintu tengah. 
Dahulukan penumpang yang akan keluar MRT sebelum Anda masuk.  
Saya menghabiskan 43 menit untuk mencapai Chinatown Station, dimana hostel saya Pillow and Toast  berada. Pillow and Toast hostel baru saja membuka cabang ke 2 nya Pillow and Toast Heritage, saya mencoba book di cabang pertamanya di Mosque street. Berkat Agoda, saya mendapat harga yg murah yaitu hanya 276.000 rupiah / malam(8 female dorm) termasuk breakfast. Jauh lebih murah daripada jika kita book langsung! 

Walau murah, hostel ini memiliki tingkat keamanan yg cukup tinggi. Pintu utama akan terkunci pada pukul 19:00-07:00, tamu bisa menggunakan kartu magnetik untuk membukanya, kartu ini jg berfungsi untuk membuka pintu kamar kita sendiri. Pada tiap kamar kita juga mendapat loker gratis, kita bisa membeli gembok di resepsionis jika tidak membawa gembok sendiri. Oh iya, kita harus meninggalkan deposit 15 SGD yg akan di kembalikan ketika kita check out.
Soal kebersihan, hostel ini juga bisa dibilang ok,mereka mengharuskan tamu2 nya untuk melepas sepatu/sandal mereka selama berada di dalam hostel.
Pada sisi masing2 tempat tidur kita, telah tersedia lampu tidur/baca dan juga power socket (Bawalah converter sendiri) 

Pillow & Toast hostel - Mosque Street 
Mudah saja mencapai hostel mungil ini, turun di Chinatown station ambil exit A langsung putar balik dan belok kanan 1 blok kemudian kanan lagi. Kebetulan saat ini adalah Mid-Autumn Festival dan Chinatown meriah dengan lampion2 nya.

Chinatown Shopping Street
Chinatown Shopping street ini biasanya mulai buka sekitar pukul 12:00 sampai menjelang pukul 23:00. Beberapa toko makanan seperti Bee Cheng Hiang dan Fragrance yang menjual dendeng2 segar sudah buka sejak sekitar pukul 08:00. Kalau mau cari oleh2 murah meriah disinilah tempatnya.

Sambil melepas penat setelah seharian mengarungi lautan dan jalanan :p saya masuk pit stop dulu...alias isi perut!! hihi...Saya keluar di Clarke Quay station (sebenarnya bisa juga jalan saja dari Chinatown ke Clarke Quay kalau memang ingin menikmati kota Singapore ini). Persis di seberang exit Clarke Quay (exit ke jalan Eu Tong Sen/New Bridge Road) ada sebuah depot Ba Kut Teh. ngookk... enak banget ba kut teh disini tidak ada rasa pahit2 obat nya. Empuk pula. 1 mangkuk kecil seharga 6 SGD yg besar 8 SGD. Lalu kita bisa tambah mau makan dengan Ca kue/nasi/misoa.
Song Fa Bak Kut Teh - Clarke Quay
Selepas kenyang, kaki saya tapakkan di daerah Marina Bay sembari berjalan pelan menikmati Singapore yg setiap harinya berubah ini. Sayangnya kabut asap kiriman dari kebakaran hutan di Indonesia sedikit mengganggu pemandangan sore ini. 
Singapore Flyer di kejauhan
Dari kejauhan saya bisa melihat Singapore tourist attraction yg bisa di bilang cukup baru : Gardens by the Bay.  
Gardens by the Bay
Gardens by the Bay ini merupakan taman besar yg terbagi menjadi beberapa area,di antaranya :

Outdoor Garden
Jam buka : 05.00AM -02.00AM
Free ticket
 Tips : bawalah payung jika berkunjung di siang hari, karena panas matahari langsung menyengat.

Conservatories (Flower Dome / Rainforest) - air conditioned
Jam buka : 09.00AM- 09.00PM
Jika mau masuk ke dua conservatories ini, biayanya : 28 SGD
Kami memilih masuk ke Flower Dome saja dan saya membayar tiket 16 SGD.  Tidak seperti outdoor garden, conservatories ini sejuk karena dilengkapi dengan AC.

Sangat beruntung di Flower Dome sedang ada event :
 
Autumn Harvest (1 oktober - 27 November 2012)
OCBC Skyway
Jam buka 09.00AM-09.00PM
Ticket : 5 SGD
Menikmati pemandangan dari atas jembatan OCBC Skyway
Selepas makan malam di Marina Bay Sands food court, kami berjalan santai menuju pelataran mall yg menghadap Singapore River. Seperti yg di infokan oleh resepsionis di hostel, ada pertunjukan laser show pada pukul 8pm dan 9.30 pm. Pertunjukan ini memadukan permainan lampu laser,air dan juga suara. Ada pesan sosial disana serta sebuah lagu tentang dunia yg indah. Pertunjukan berlangsung sekitar 15 menit 

Marina Bay Sands - Laser Show

Kembali menuju Pillow and Toast di Chinatown, toko2 yg menjual souvenir dan oleh2 khas Singapore di sana sudah mulai tutup. Saya masih menyempatkan diri mengambil beberapa foto suasana Mid-Autumn Festival di Chinatown Singapore ini. 


Day 2
Sebenarnya hari ini dapat sarapan roti di hostel (namanya hostel semua serba self service loh,jadi kita bisa langsung membuat sarapan kita di dapur mungil bersama) tapi saya melewatkan sarapan hari ini dan langsung breakfast Subway! haha..menu favorit teman saya tuh. 

Lalu kami naik bus dari Somerset menuju Plaza Singapura di Dhoby Gout untuk sedikit cuci mata dan juga makan ..(oops..iya ga salah baca kok) hahaha untuk menu breakfast ke 2 kami nongkrong di Ajisen Ramen
Tom Yum Ramen!

Kekenyangan, kami memilih jalan2 di area CHIJMES di Victoria Street (MRT Bras Basah/City Hall). Di malam hari kita bisa menikmati keindahan romantis gereja tua tersebut di pub2 dan restaurant yg berada di belakang gereja itu.Pada siang hari kita hanya bisa mengambil beberapa foto arsitektur bangunan berusia lebih dari 130 tahun ini. 

Karena tidak banyak yg bisa kami lakukan di CHIJMES, kami bergeser berjalan kaki ke Funan IT mall yg mungkin bisa di sebut mangga dua nya Singapore. Dari komputer serta aksesorisnya, handphone, gadget2, kamera, Hobbies toy shop, dan sebagainya ada di sini. 
Kami juga sempat mampir di Bishamon Japanese Food di lantai bawah Funan IT mall ini. Menurut teman saya ini the best curry rice. 
Japanese Curry Rice
Setelah beres kegiatan cuci mata di Funan yg membuat kami lupa waktu, kami bergeser untuk dinner di food court VivoCity. Astaga! baru sadar saking hebohnya makan sampai lupa dokumentasikan haynam chicken rice yg saya pesan. Jangan lupa untuk mencicip makanan ini ya kalau ke Singapore. Rekomendasi tempat lain yg menjual haynam chicken rice enak di Singapore : Click here

Day 3
Sebelum kembali berurusan dengan imigrasi, pasport, dll untuk menuju pulang ke Surabaya kami menyempatkan diri untuk "mengintip" Universal Studios Singapore.

Getting to "Universal Studios Singapore"
Untuk menuju ke Universal Studios Singapore atau Sentosa Island sekarang ini sangat lah mudah. Kita bisa naik Sentosa Express dari lobby L-Lantai 3 VivoCity. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 4 menit. 
Sentosa Express
Sekali lagi, kartu sakti EZ-Link card bisa kita gunakan untuk langsung naik ke platform Sentosa Express. Sehingga kita tidak perlu mengantri membeli tiket lagi. Tiket Sentosa Express menuju Sentosa Island adalah 3.5 SGD. Sentosa Express beroperasi sejak pukul 07.00am - 12 mn.

Karena keterbatasan waktu, saya yang belum pernah mengunjungi Universal Studios Singapore tersebut sudah cukup puas berkeliling sebentar di halaman nya dan mengambil beberapa foto termasuk foto dengan globe nya Universal Studios :p

 


Masih ingin rasanya menikmati Singapore yg menawarkan kemudahan dan keindahan serta makanan yg enak2. Tapi saya sudah di tunggu oleh Tigerairways untuk kembali ke Surabaya.

Sampai jumpa Singapore ...

List hotel / hostel murah lainnya di Singapore : Hostel murah Singapore

Saturday, October 13, 2007

Backpack Singapore via Malaysia

Day 1
Barisan kerlip lampu dilandasan dan terminal Juanda menghantar kami tinggal landas,. Kebetulan dengan penerbangan AK 917 kami mendapat pesawat terbaru airbus AirAsia. Dengan tempat duduk yang lebih nyaman dan lebar, dan awak pesawat yang ramah sekali kami memulai liburan kami, kami sempat ngobrol santai begitu sama salah seorang pramugaranya sampai tidak terasa kami sudah tiba di KL LCCTerminal.

Setelah melewati imigrasi, ada counter Skybus yang bisa mengantar kami ke KL Sentral Station yang berjarak kurang lebih 1.5 jam perjalanan dengan hanya 9 RM. Ada juga sih Aeroline yang seharga 8 RM tapi bus nya kelihatannya lebih enak yang Skybus (official punya AirAsia juga). Skybus ini keberangkatannya setiap 30 mnt. Rute LCCT - KL sentral (7a.m. - 1.15a.m) Rute KL Sentral - LCCT (3.30 a.m - 10 p.m). Lalu kami naik taxi (10 RM) ke hostel.Jadi jam 12 tepat kami tiba di PUDU HOSTEL.
Reception yang melayani kami adalah seorang cewek Indian yg ramah, kami membayar 12 RM/orang untuk 1 bed dan deposit 10 RM/berdua. Di ruang lobi itu ada cafetaria, pool table, 2 televisi dan banyak sofa yang cukup nyaman dan bersih untuk ukuran hostel di daerah itu. Kamar kami adalah sebuah kamar kecil dengan 2 ranjang double decker, penghuni lainnya adalah cewek dari Ireland dan Jepang.

Setelah meletakkan barang kami, kami menyempatkan diri untuk makan Nasi Lemak di Estana Curry House di dekat hostel. Lokasi Pudu Hostel sangat strategis. Tepat dibawahnya adalah 7Eleven, tepat di depannya adalah Pudu Raya Bus Terminal, tidak jauh juga ada Pasar Rakyat LRT terminal, 15 menit perjalanan kaki dari pusat belanja Bukit Bintang.
Sudah kenyang, kami sempat menanyakan tiket bus ke Singapore untuk pagi besok tapi karena ini adalah hari Raya Idul Fitri travel agent itu menyebutkan harga2 yang bisa dibilang rada ngawur. So, dengan gambling kami memutuskan menunggu terminal buka jam 8 baru membeli tiket disana. Harga normal adalah berkisar antara 25-30 RM sekali jalan dan kami ditawari sampai 60 RM :( .Jika kita merencanakan perjalanan PP adalah baik jika kita membelinya di KL karena kurs di Singapore adalah hampir 3 x lipat.30 RM dan 30 SGD hehehehe......jauh bok!
Pudu Raya Bus Station
Day 2
Bangun tidur kami langsung menyeberang jalan dan mencari tiket, karena liburan buanyak banget orang di stasiun itu dan akhirnya kami mendapat seharga 40RM (lagi2 dengan alasan hari raya). Karena bus akan berangkat 30 menit lagi, tanpa mandi kami langsung packing dan check out hostel :p
8.30 perjalanan panjang ke Singapore dimulai dengan bus Eltabitha. Selepas kota KL, pemandangan selama sekitar 4 jam berikutnya adalah perjalanan panjang yang membosankan karena sepanjang itu pula kita hanya di hibur oleh deretan kelapa sawit!!! Sebelum mendekati perbatasan Malaysia - Singapore ada pemberhentian bus bernama Lucky Garden dimana kita bisa makan,ke wc (tandas), or membeli souvenir khas Malaysia. Bus akan berhenti sekitar 30 menit dan melanjutkan perjalanan ke perbatasan. Antrian panjannnggg sekali menghiasi jalanan perbatasan itu, begitu pula ketika kami tiba di Woodland Checkpoint (Imigrasi Singapore) antrian orang pun panjannggggg banget. Dan karena antrian2 ini pula akhirnya ada kesalahan persepsi dari teman2 satu bus ku. Kami semua menuju tempat stop nya bus, tapi bus kami tak ada disana .... semua orang bingung dan akhirnya ada sopir bus lain yang bilang kami sudah ditinggal. So, mereka akhirnya menerima penawaran sopir itu 5 RM untuk membawa mereka ke kota. Aku masih belum rela aja apalagi si sopir itu sok banget, so aku masih bertahan di sana beberapa saat sampai temanku uda nga sabar n memutuskan naik bus umum SMRT yang menuju kota dengan harga 2.30 RM. Begitu kami duduk di bus itu, aku melihat bus Eltabitha kami berhenti di pemberhentian. Hiks .....mungkin dia sendiri juga antri bus, mungkin juga dia uda putar lagi menunggu kami yang lama banget di Imigrasi.

Selepas turun dari bus, kami masuk MRT station terdekat di BUGIS dan keluar di Clarke Quay Station setelah Lik membeli EZ Link card seharga 15 SGD. Dan betapa kagetnya aku, karena ketika keluar aku tak perlu lagi jalan bbrp meter seperti tahun lalu karena begitu keluar station, SUMMER TAVERN hostel adalah tepat di seberangnya. Lalu aku menoleh lagi celingukan, kiri kanan depan blakang dan baru sadar kalau tempat aku berdiri saat ini itu adalah bangunan konstruksi yang belum jadi tahun lalu. Wahhhh keren semakin bagus aja lokasi hostel favoritku ini!! Bangunan konstruksi itu telah disulap jadi mall yang cukup besar dan ada starbuck,Long John Silver serta Burger King di pintu utamanya. Untuk informasi Summer Tavern bisa di lihat di post lain blog ini. Ow iya, skrg taripnya naik jadi 35 SGD semalam include breakfast + locker.

Summer Tavern Hostel
Selepas mandi dan menata bawaan kami di sebuah kamar dorm dengan sekitar 12 double decker bed kami keluar menuju Chinatown dengan melewati Singapore River (Some memory come up and make me smile .... hope you're here my friends).

Singapore River
Keluar di Chinatown kami menuju Chinatown Food Street. Ketika melihat kata2 Hainanese Chicken Rice langsung air liur menetes. Kami berhenti di depot Tiong Bahru yang ramai penuh mejanya. Ada 2 pilihan harga nasi Hainan ini, yaitu 2/3 SGD (beda banyak ayamnya). Selepas makan kenyang, kami menyusuri toko2 kaki lima di Chinatown itu. Tulisan 3 for 10 tersebar dimana2 dan barang2nya menggoda hati, akhirnya Lik mulai borong barang deh :)

Rasa capek mulai merasuk dan akhirnya kami kembali dulu ke hostel untuk meletakkan barang2 bawaan sebelum bersantai dan duduk2 di Singapore River. Kalau udah jalan2 bawaannya laparrr mulu, jadi kita cari Mc D terdekat yang buka 24 jam karena sudah lewat tengah malam. Ternyata ada di belokan setelah food center di sepanjang Boat Quay (riverside).

Day 3
Hari ini ke Orchard, Lik puter2 cari coklat di lantai bawah Takashimaya trus sekalian kita lunch di food court disana. Jam uda nunjukin jam 2 lebih, tapi food court itu penuh sesak dan mejanya terbatas. Habis isi bensin kita keluar menuju Border Bookstore, tapi aku sendirian lanjut ke SUNNY bookshop di Far East Plaza yang juga jual buku second sebelum nyusul Lik kembali.
Malam menjelang, setelah kembali ke posko alias hotel :p kami lanjut ke Lau Pa Sat Hawker Centre di kawasan Fullerton MRT. Lumayan banyak pilihan makanan dan murah juga.

Kaki sudah lumayan capek tapi jam masih menunjukkan jam 10.30 p.m. so aku memutuskan jalan2 dulu ke Merlion Park duduk2 dulu dan trus jalan kaki menyusuri river sampai ke hostel karena MRT pasti sudah tutup. Hehehehe si Lik malas banget jalan, tapi dengan enggan ya dia ikut akhirnya.
Sampai di hostel sudah jam 1 an, kami kira tinggal masuk dorm dan tidur setelah perjalanan jauh tapi ternyata kami salah.
Kahlil sang empunya hostel ada disana dengan bbrp teman2nya dan juga penghuni hostel dari berbagai negara. Ada sekitar 10 orang, tapi rame banget di teras itu, penuh dengan canda, olokan, senda gurau,berbagi cerita, dan berbagi pelajaran bahasa sampe kata2 jorok. It feels warm and like home there. Yah perkataan dunia itu kecil terbukti deh ternyata aku bertemu 2 model yg pernah aku foto hahaha. Tak lama Kahlil mengajak kami semua berjalan ke BOLLYWOOD PUB 5 menit jalan kaki dari hostel(milik temannya).Tarian India di peragakan oleh sekitar 5 cewek India secara bergantian,Kahlil menyebutnya belly dancing. Mereka juga menerima tip langsung dari para tamu yang datang.
What an interesting night .... or morning tepatnya karna kita pulang jam 3.30 a.m.

Day 4
Tanpa kami ketahui, ternyata di Singapore sedang ada festival Deepavali, sebuah ritual tradisi Indian yang menyalakan lampu2 (krg jelas historynya,blum di google :p) jadi ada juga seperti bazaar dan deepavali heritage gitu di sebuah jalanan di Little India. Pedagang kaki 5 ini menjual segala barang khas India dari kalung bunga, makanan kecil(muaniiissss smua), keripik2, heena(tinta tatoo),CD,lampu2 dengan berbagai bentuk, sesajian, baju, selendang, bindi (tanda di dahi wanita India),Bangle,dll. Ada pertunjukan pembuatan Bangle dari "lac" semacam kayu begitu,jadi kita bisa order sesuai bentuk dan warna yang kita inginkan. Sayangnya sang pembuat tidak berseni dan susah berkomunikasi,jadi yang dibuat samaaaaaa terus, sampe ngantuk aku lihat sembari nunggu Lik pesan.


Dari Little India kami mampir di Mustofa Center (24 jam) tapi saking padat dan sesaknya kami memutuskan untuk kembali lagi malamnya. So, kami jalan menuju Arab Street untuk mencoba menu makanan ala timur tengah. Kahlil merekomendasikan Amirah's Grill di Busorah Street, untung deh karena begitu sampe sana langsung hujan.
Tapi kecewa juga soalnya harusnya setelah makan mau ke Sentosa lihat wahana baru Song of the Sea. HIkss.....Alhasil setelah makan dan ketemuan sama teman kerja lama si Jon dan temannya Rocky, kami diantar kembali ke hostel. Hehe thanks ya.Kami juga sudah sempat membeli tiket untuk balik ke Pudu Raya, KL dengan harga 27 SGD di Golden Mile Complex dengan melalui travel agent SRI MAJU.Kembali kami harus meletakkan barang belanjaan, sebelum berpetualang lagi.
Dengan menggunakan MRT kami turun di Farrer Park dan kembali ke Mustofa Center pada jam 11.30 p.m. dan kami harus menggunakan taxi untuk kembali karena MRT sudah akan tutup.Ini toko serba ada terbesar yang pernah aku datangi saat ini, kaki udah rasanya mau copot tapi belum selesai aku kelilingi semua lantainya sampai jam 3.30 a.m. Aku blanjanya banyak makanan, hihihi makanan yang nga ada di Indo, trus chilli2an,dll gitu deh bahkan juga mie instant dan soup2an.

Day 5-6
Buka mata, kaget banget, uda jam 11.15 a.m. hueeeee 45 menit lagi musti check out. Setelah check out,luggage kami tetap titipkan di hostel lalu kami brangkat ke Orchard lagi karena ada bbrp barang yang ketinggalan dibeli. Kami lunch di Food Republic (lantai 4 Wisma Atria) di mana juga merupakan food court.

Malam hari kami mendapatkan pengalaman mahal yang tak kan terlupakan. Kami tertarik untuk makan di Boat Quay sebagai penutup perjalanan kami dan akhirnya setelah melalui setiap sales makanan di depan resto mrk masing2 yang gigih menawarkan menu mrk, kami memilih makan di Haven Restaurant. Suasananya bagus, banyak turis western juga yang makan sana. Tapii ......
AWAS PENIPUAN!!!! WARNING !! IT'S A TOURIST TRAP!
Ceritanya setelah melihat menunya,yah walau termasuk mahal masih reasonable lah so kami ok dan duduk disana. Kami mendapat free drink, bisa segala minuman. Lalu kami pesan menu Ikan masak Asam Manis yang di menu seharga 30 SGD.Tomyam SGD 15 untuk aku sendiri. Sambil menunggu order kami keluar, ada sepiring kecil(lepek sambel) kacang2an. Si Lik mulai curiga dan dia bertanya kepada salah seorang pelayannya apakah itu complimentary? YES! begitu jawabnya. Tapi begitu keluar bonnya, doengg....kacang bayar, tisue basah di meja bayar, dan paling parah, ikannya keluarnya seharga 80 SGD!!!!!!!! DAMN, dirty bussiness, ternyata ikannya di hitung per ounce.Sebelumnya juga seorang westerner di meja sebelah kami hampir tertipu, ada mknan yang masuk ke bill nya padahal dia tidak order untung dia teliti.
Sebuah penutup yang benar2 tidak menyenangkan. Tapi ya sudah deh.... pengalaman emang mahal. Maka semoga blog ini membantu.


Kembali kami ke hostel dan say goodbye kepada semua staff yang baik and friendly lalu kami segera memesan taxi via telepon tapi .... ternyata jam 9 - 11 adalah jam sibuk taxi2 itu. So kami berjalan sampai di Singapore River untuk ambil taxi dari sana tapi ternyata masih aja tidak ada satupun yang kosong. Akhirnya kami berjalan lebih jauh lagi sebelum menemukan taxi kosong tapi tanpa argo so dia pasang tarip 15 SGD dari sekitaran Singapore River sampai ke Golden Mile Complex. Dari pengalaman sih yah .. tdk terlalu mahal seharusnya dalam rush hours.
Begitulah kami akhirnya kembali ke KL berangkat jam 11.30 p.m. dan sampai jam 5a.m. Begitu sampai di Pudu Raya Bus Station kami menitipkan luggage kami yang cukup berat di Pudu Hostel dengan harga 2 RM / Luggage. Lalu kami berkeliling sampai tengah hari sebelum akhirnya kembali naik taxi ke KL CENTRAL by taxi seharga about 5 RM.

Begitulah catatan perjalanan kami,dan kami diantar kembali ke Indonesia oleh AirAsia :p tanpa kurang apapun, kecuali satu pak rokok yang titipan seorang teman yang koleksi :(.
Amankan bagasi Anda dengan wrapping jika bagasi tersebut bukan berupa koper yg bisa di gembok

------------------
Keep the light of travelling spirit alive .....