Sunday, May 26, 2013

Africa and Europe Trip - Part 2 : Casablanca - Rabat - Tangier (Morocco)

25 May 2013 : CASABLANCA

Perjalanan panjang dengan bus kami mulai. Okeh...duduk manis lagi dah *elus2 lutut. Perjalanan dari Sultan Mohammed V international airport menuju kota memakan waktu sekitar 15-20 menit. Ketika memasuki kota ratusan orang sedang berada di jalanan dan bersorak sorai, waahh jadi malu, masak kita langsung di sambut bak artis korea begini...hahahha. Eits..ternyata mereka sedang merayakan kemenangan tim sepakbola mereka yang baru saja memenangkan pertandingan waktu kami memasuki kota. 
Suasana kota meriah, ramai tapi masih lancar, bersih, dan juga tatanan pohon2 kota rapi teratur.

Around Cassablanca 
Cassablanca yang merupakan kota pelabuhan ini memiliki masjid terbesar ke 7 di dunia (tapi si local guide bilang ke 3, ntah mana yang benar, yang pasti memang guedeee). 
Namanya HASSAN II MOSQUE مسجد الحسن الثاني‎.





Letaknya persis di pinggiran Atlantic Ocean, dengan cuaca sejuk dingin di bulan Mei dan pemandangan sunset, this place is awesome! Banyak penduduk dan turis menghabiskan sore mereka di pelataran masjid yang sangat luas ini.
Setelah 2 hari tidak tidur dengan posisi horizontal, akhirnya malam ini saya menikmati nikmatnya tidur beneran di Novotel Casa City Center.

26 May 2013 : CASABLANCA 

Breakfast di Novotel sudah tidak di ragukan lagi nikmatnya. Oh iya, sejak di pesawat ada 1 makanan yang selalu menggoda dan nikmat...sepertinya negara ini pembuat pastry yang nikmat, karena hampir di bbrp tempat yang menyajikannya semua nikmat kriukkk renyah.
Pastry paling nikmat yg pernah saya makan
Untuk menghemat pengeluaran membeli air minum, maka saya isi botol minum saya dengan air putih yang disediakan di ruang makan. Ternyata kalau di belahan bumi sini, ada 2 macam mineral water. Sparkling mineral water itu bersoda. Yang naturelle itu baru air biasa. 

Setelah mengurus cek out hotel, memasukkan kembali bagasi ke bus, kami diajak berjalan kaki menyusuri Old Medina di Casablanca sebelum beranjak ke Rabat. Ada beberapa kota lain yang juga memiliki Old Medina, kota lama gitu deh kalau ditempat kita ya. Sebenarnya Old Medina yang terkenal ada di kota Marrakech dan yang terbesar dan masuk ke daftar UNESCO world heritage adalah di kota Fez. Sayangnya kami tidak ke kota2 tersebut. 

Melewati jalan sempit berliuk2. Di kawasan ini ada tempat tinggal, tempat ibadah, cafe, dan juga toko2 penjual suvenir dan barang khas Morocco. Sayang sekali kami masih terlalu pagi untuk menyaksikan keramaian Old Medina in Casablanca. Tidak ada mobil yang bisa melintas di gang2 sempit ini, paling2 hanya motor gerobak seperti gambar di bawah ini
Old Medina in Casablanca
Setelah melewati liukan gang2 kami keluar dari tembok yang membentengi kawasan tua itu dan di ajak mampir ke sebuah toko suvenir yang besar oleh local guide, memang biasanya dia akan mendapat komisi dari pembelian kita. Di luar tembok Old Medina, suasana yang lebih modern langsung terlihat. Ada tram listrik yang lumayan bagus melintas di kawasan kota ini. 

What to buy in Morocco?
* Argan Oil 
Argan oil adalah minyak yang dihasilkan dari pohon Argan. Minyak ini di gunakan untuk produk kecantikan seperti sabun dan bahan masakan. 
* Black soap
Semacam lulur penggunaannya
* Pottery
* Leather



What to do in Morocco ?
* Sempatkan minum Morocan tea
* Kalau Anda orang yang cukup pede dan terbiasa mandi di pemandian umum, maka hammam boleh dicoba nih. Hammam di Morocco biasanya terpisah ada hammam khusus pria atau wanita. Rasakan sensasi mandi  dengan black soap dan di pijit di Hammam.

Note : Di Casablanca dan bbrp kota Morocco kita di harapkan tidak berjalan sendirian dan hati2 dengan tas atau bawaan kita.

26 May 2013 : RABAT
Tuk wa ga pat senam lutut dulu sebelum melanjutkan perjalanan bus ke Rabat selama kurang lebih 1 jam dari Casablanca.
Sultan Palace
Tujuan kami pertama adalah tempat kediaman Sultan, di dalam kompleks yang bersih rapi dan pohonnya indah2 ini, juga ada bbrp gedung pemerintahan. Kediaman Sultan di jaga oleh polisi dari berbagai elemen. Ada pasukan penjaga khusus Sultan, ada dari militer dan kepolisian. Turis tidak di perbolehkan mendekat dan saya belum mau mencoba rasanya jadi tahanan di benua Africa. Kita bisa berfoto dari lapangan di seberang Palace tersebut.

Kembali ke abad 12 pada masa Almohad Dinasty, dibangunlah sebuah kota di dalam kota dengan tembok tinggi di sekelilingnya. Bisa di bilang semacam benteng gitu dan dalam bahasa Morocco di sebut kasbah. Di Rabat ada kasbah yang di namakan Kasbah of the Udayas / Kasbah-des-Oudaias


Kasbah of the Udayas - Rabat
Sekarang kasbah ini menjadi tempat favorite untuk bertemu dan juga tujuan utama turis di Rabat. Ada sebuah cafe di dalam kasbah ini yang menyuguhkan pemandangan manis Atlantic Ocean semanis jajanan yang di tawarkan berkeliling (9 Dirham). Sembari duduk bersantai dengan tiupan dingin Atlantic, kita bisa memesan Moroccan tea yang hangat (10 Dirham)

Untuk jalan2 di kasbah ini tidak diperlukan guide, di sana akan banyak orang menawarkan jasa guide atau hias henna, abaikan saja. Tempat ini sangat cocok dikunjungi dengan waktu yang cukup dan santai. Huks..nasib ikut tour ya begini semua harus di lakukan dengan buru2.

Abis bungkus kue2 manis itu, langsung capcus lagi dah ke resto yang berada di sebelah Kasbah. Namanya Borj Eddar. Sajian ikan laut nya fresh tanpa bumbu tanpa totolan apapun macam di Indonesia. Kalau begini langsung terbayang pedasnya lele penyet khas Surabaya *drool drooll... Untung si tour leader saya bawa senjata pamungkas sambel ABC,walau aneh ya better lah...

Pemandangan Atlantic Ocean 
Saya baru tahu juga bahwa kita pemegang paspor Indonesia ternyata mendapat hak istimewa untuk berkunjung ke Morocco tanpa visa. Ada sebuah hubungan politik yang terjalin sejak jaman Soekarno, dan ternyata ketika Morocco merdeka Soekarno lah yang datang berkunjung pertama kalinya. Untuk itu di Rabat ini, sebuah nama jalan Rue Soekarno di hadiahkan pada Soekarno. Sebaliknya sebagai timbal balik, nama jalan Casablanca di Jakarta dihadiahkan pada raja Morocco.

26 May 2013 : TANGIER
Road trip bukan hal yang mudah bagi sebagian orang, termasuk saya. Namun untungnya perjalanan 4 jam dari Rabat menuju Tangier dengan persinggahan Cap Spartel cukup ok.

Cap Spartel di bangun di mulut selat Gibraltar. Selat dimana terjadi pertemuan antara Laut Atlantic dan Laut Mediteranian. Dan yang ajaib, airnya tidak bercampur sehingga membuat sebuah pemandangan menakjubkan. Air dari Atlantic Ocean berwarna biru terang sedang yang dari Mediteranian lebih gelap. Tapi sayang saya tidak berada pada posisi yang tepat untuk menyaksikan dengan jelas perbedaan itu.
Cap Spartel
Di saat weekend begini, banyak penduduk dan turis yang menghabiskan waktu mereka bersantai dan piknik di pinggir lautan dan juga di pinggir2 jalan perbukitan ini.
Sepanjang area menuju Cap Spartel
Tangier juga dapat diartikan sebagai White City/ Kota putih, karena dari kejauhan kita bisa lihat bangunan2 semua nya kompak berwarna putih gading.



Malam ini kami menginap di hotel lokal Atlas Almohades Tanger yang cukup besar dan strategis tempatnya. Tepat di seberang hotel ada diskotek, di kiri kanan ada tempat2 makan lokal. Menjelang pukul 22.00  WEST beberapa sudah tutup, tapi jalanan masih ramai dengan anak2 muda yang nongkrong serta orang berjualan jajanan di atas mobil. Maklum bahkan matahari saja juga baru pulang sekitar pukul 21.00 WEST/03.00 WIB

Ada 1 tempat menarik di Tangier / Tanger yang di sebut sebagai Lazy Terrace oleh orang lokal karena kegiatan di teras ini adalah duduk2 melihat lautan dan kalau cuaca lagi cerah kita bisa lihat Spain di seberang. Macam kalau saya dan teman2 duduk di Kenjeran lihat Madura kali ya cuma bedanya lautnya di Tangier biru hihihi...

Lagi - lagi sayang saya tidak berhenti lama di kota ini jadi tidak banyak yang bisa saya ceritakan jg, esok pagi2 setelah breakfast kami akan segera menuju pelabuhan yang hanya berjarak 5 menit dari hotel untuk menyeberang dengan kapal cepat menuju Algericas-Spain. 

To be continued in Part 3

Friday, May 24, 2013

Africa and Europe Trip - Part 1 : Surabaya (Indonesia) - Casablanca (Morocco)

Setelah menempuh puluhan jam melayang2 di udara, saya ingin tahu berapa jauh kah sebenarnya saya telah pergi dari Surabaya. Saya coba gunakan Air Miles Calculator. Dan inilah hasilnya: 
8287 miles / 13337 km away from home
24 May 2013 : 23.00 Jakarta / 19.00 Doha
Berangkat dari Soekarno Hatta International Airport (Jakarta) saya dan rombongan tour akhirnya memulai perjalanan panjang di udara. Terbang malam adalah salah satu cara untuk menghindari jetlag ketika berpergian ke tempat dengan zona waktu yang berbeda. Kami menggunakan Qatar Airways dengan pesawat tipe besarnya Boeing 777-300ER. Memang sih, ada layar lcd dengan video, music, dan game pada masing2 kursinya tapi kayaknya saya memilih tidur dulu deh setelah mendapatkan pinjaman selimut dan juga 1 set perlengkapan tidur (tutup mata, sumbat telinga, kaos kaki) dan juga refreshing tool (sikat dan pasta gigi). Baru saja mau mimpi terbang ala superwoman, eh sekitar pukul 00.15 WIB  lampu dinyalakan. Maaf ya saya yang ga biasa naik pesawat kelas premium gini langsung bengong lihat pramugari yang mulai lewat dengan troli makanannya. Ah, paling2 bagi minuman kali kata saya dalam hati. 
Full Set Midnight .... err...supper?
Wah, ternyata salah duga nih. Ternyata miss pramugarinya kasih pilihan makanan berat, apa mungkin ikut jam DOHA yg sedang sekitar pukul 20.00. Setelah rada bingung juga memilih karena perut yang maunya tidur bukan makan, akhirnya pilihan saya seperti di atas. Kalau di pesawat premium gini mau minum apa saja tinggal pilih dan minta loh. Ada jus, soft drink, water, kopi, teh dan juga wine. Dalam perjalanan panjang begini, usahakan minum banyak air juga, jadi kalau punya botol minuman boleh minta di isi air supaya tidak bolak balik mintanya.

Okehh...sekarang lanjut tidur ahh... rasanya belum lama terlelap karena posisi tidur yang jg tidak seenak ranjang buluk di rumah, lampu pesawat di nyalakan lagi. Apalagi nih, pikir saya setelah melihat jam tangan yg masih menunjukkan jam 5.30 WIB/ 1.30 DOHA. Waww...kereta makan sudah datang lagi. Perut saya mengalami kegalauan sangat ketika menu pilihan adalah makanan berat lagi, kali ini roti nya 2 pula. hahahaha...
Fullmoon and Sunrise in DOHA
Dengan perut yang penuh sangat, kembali saya tarik selimut dan tidur sampai pilot mengumumkan pesawat akan segera mendarat di DOHA, QATAR pada pukul 4 waktu DOHA. 
DOHA International Airport merupakan sebuah bandara yang besar sangat sangat. Dari tempat parkir pesawat kami naik bus menuju terminal2 yang jaraknya kurang lebih harus di tempuh selama 15 menit lebih tanpa halangan apapun. 
DOHA mempunyai 3 terminal. Bus akan berhenti sesuai urutan berikut : 
Terminal 1 BIRU : terminal kedatangan
Terminal 2 KUNING : terminal transit
Sedang penumpang First and bussiness class akan lbh dulu turun pesawat dan langsung menuju
Terminal 3 MERAH  : terminal premium 

Karena kami akan terbang lagi menuju Casablanca pada pukul 15.00 DOHA maka kali ini kami mendapat green ticket for SHORT transfer (artinya kami tidak boleh keluar dari bandara). Bagasi kami juga tidak akan di keluarkan, berbekal daypack bag dan juga refreshment tool yang di beri di pesawat kami berbondong2 menggunakan toilet untuk menyegarkan badan. Setelah sekitar 9 jam duduk diam di pesawat, kita bisa sekedar berkeliling DUTY Free Shop yang ada di terminal transit ini. Memang tidak besar dan hanya ada 2 toko duty free. Mata uang di Qatar adalah Riyal, tapi di airport kita bisa gunakan Euro atau US dollar. 

Qatar Airways tidak melayani direct flight DOHA-Casablanca, jadi kami harus menurunkan penumpang dulu di Tunisia. Lumayan lah setidaknya mengintip 1 airport lagi dan goncangan waktu turun telah sukses membuatku (maaf) meninggalkan jackpot di Tunisia hahaha. Kali ini kami tetap tinggal di pesawat dan segera melanjutkan perjalanan ke Cassablanca 

25 Agustus 2015 : 23.00 WIB Jakarta / 17.00 WEST Casablanca Morocco
Tidak sia sia perjuangan saya 12 jam dan akhirnya untuk pertama kalinya saya touch down di benua AFRIKA! *nari ala Madagascar I like to move it move it.... Hahaha 
Memang kalau dengar Afrika mungkin yang pertama terlintas adalah alam liarnya yang terkenal, tapi Casablanca bukan di bagian tersebut. Morocco berada di North Africa dan di ujung paling barat, Casablanca adalah kota terbesarnya walaupun sebenarnya ibu kota Morocco ada di Rabat. Penduduk Morocco menggunakan bahasa Arab, tapi bahasa French juga banyak dimengerti karena menurut sejarah mereka, bangsa Perancis dan Spanyol pernah menjajah Morroco. Sejarah panjang Morocco (Click here) 

Mata uang Morocco adalah Dirham, dan uniknya mata uang ini tidak di perbolehkan di jual di luar negeri. Jadi begitu tiba di airport kami beramai ramai menukarkan sedikit Euro kami untuk keperluan 2 hari. Jangan menukar terlalu banyak karena kita tidak bisa menukar Morocco Dirham di negara lain. 

Tips : 
- Ingat untuk selalu mengganti jam tangan ke waktu lokal yang berlaku (Ga pingin kan ketinggalan pesawat gara2 salah waktu :p )

(to be continued in Part 2 )

Saturday, May 18, 2013

Vesak Day 2013 ceremony @ Borobudur Temple, Yogyakarta

Borobudur as the biggest Buddhist temple in the world and UNESCO world heritage site, has been a central of Vesak Day ceremonial for Buddhist in Indonesia and Asia. On 2013, the Vesak Day or Hari Raya Waisak (in Indonesian) is celebrated on Saturday, 25 May 2013.


These are the agenda of the ceremony
08.00 - 12.00   Candi Mendut           Ritual preparation. Vesak countdown on 11.24.39am
12.00 - 13.30                                    Lunch
13.30 - 16.00   Candi Mendut-          Procession from Candi Mendut to Candi Borobudur
                        Candi Borobudur
18.00 - Selesai Candi Borobudur       Ceremony in the main stage, lantern release
Source : Walubi Indonesia

The ceremony of Vesak Day 2013 at Borobudur Temple is a closing of many ritual that was held days before, a sacred meditation with  spectacular light on Borobudur will give you unforgetable experience!
http://www.borobudurpark.co.id
They will also releasing a sky latern on this first full moon day on May. The sky latern release was scheduled on around 6 pm. You may also book a hotel as soon as posibble because hotel in Yogyakarta usually fully booked during this Waisak Day. Cek Hotel in Yogyakarta 

Selamat hari raya Waisak 2013 untuk umat Budha yang merayakan...Happy Vesak day 2013

More Yogyakarta tourist attraction

Wednesday, October 31, 2012

Japan Multiple Visa

Kabar baik untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang sering berkunjung ke Jepang. Mulai tanggal 1 September 2012, pemerintah Jepang akan menerbitkan visa kunjungan ke Jepang untuk WNI yang berdomisili di Indonesia dan akan berkunjung ke Jepang untuk kunjungan keluarga dan berwisata.

Visa kunjungan berkali-kali / multiple visa ke Jepang memiliki masa berlaku maksimal 3 tahun dan masa tinggal 15 hari per kedatangan. 

Syarat mengajukan Visa kunjungan berkali-kali / multiple visa ke Jepang :
  1. Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, memiliki paspor MRP ataupun E-Paspor. 
  2. Akan mengadakan kunjungan singkat ke Jepang
  3. Pernah melakukan kunjungan singkat ke Jepang dalam 3 tahun terakhir (yg bisa dibuktikan dari riwayat perjalanan di paspor) dan memiliki kemampuan ekonomi yang cukup
  4. Pekerja yang memiliki kemampuan ekonomi yang cukup
  5. Suami/Istri/Anak dari orang yang di maksud dalam kriteria (4)
Hal yang harus di perhatikan saat pengajuan aplikasi visa ke Jepang :
  1. Menyampaikan keinginan mendapat multiple visa saat pengajuan visa ke Jepang di loket.
  2. Dokumen yang tidak sesuai dengan persyaratan dan tidak lengkap, TIDAK akan di terima oleh petugas loket.
  3. Penerbitan Visa kunjungan berkali-kali/ Multiple Visa di tentukan dengan melihat berkas keseluruhan
  4. Pengajuan ulang visa dengan kondisi sedang memiliki visa berkali-kali/multiple visa ke Jepang yang masih berlaku akan mengakibatkan pembalatan multiple visa yang dimiliki sebelumnya.
    contoh : memiliki multiple visa ke Jepang dengan masa tinggal 15 hari tapi menginginkan masa tinggal di Jepang lebih dari 15 hari.
  5. Harap di pahami bahwa ada kalanya konsul meminta dokumen tambahan di luar persyaratan awal.

    Sumber :  Konsulat Jepang di Surabaya.
Syarat dan info lebih rinci tentang pengajuan visa ke Jepang bisa hubungi :
Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya
Bagian Visa, email : visa@sb.mofa.go.jp
Telephone : 031-503 0008
Fax : 031-5023007

Tuesday, October 9, 2012

Mid-Autumn in Singapore

Weekend kemarin dapat ajakan dari seorang teman yg baru merayakan ultahnya, alhasil terbanglah saya mengambil rute Surabaya-Jakarta-Singapore.
Minggu pagi2 saya sudah menapak bandara Soekarno Hatta dan cek in untuk penerbangan Tigerairways menuju Singapore. Saya mendapat harga cukup murah untuk penerbangan kali ini melalui www.tigerairways.com . Sayangnya si Tiger tidak melayani rute langsung ke Singapore dari Surabaya.

Day 1
Penerbangan Jakarta-Singapore memakan waktu total sekitar 2 jam. Setiba di Changi Airport terminal 2, saya mengikuti petunjuk menuju MRT station. Segera saya cek saldo EZ-Link dulu pada mesin2 yg tersedia. Jika anda ragu2 bagaimana cara menggunakannya, di Ticket Office dan di General Ticketing Machine itu ada petugas yg akan membantu Anda. Begitu juga jika anda tidak mempunyai pecahan uang 5SGD-10SGD petugas tersebut akan melayani penukaran uang.

EZ-Link card
EZ-Link card - Kartu Sakti 
Kenapa di sebut kartu sakti? hahaha karena kartu ini selain bisa di gunakan untuk naik MRT,LRT dan bus kemanapun kita mau pergi, dia juga di terima di banyak merchant yg bekerja sama seperti 7-eleven dan banyak lainnya (info lengkap klik disini)

Harga kartu ini menurut web resmi nya:
LOCATIONSALES PRICESTORED VALUECARD COST
TransitLink Ticket Offices, Concession Card Replacement Offices, Passenger Services Centres$12$7$5
7-Eleven stores$10$5$5
SingPost outlets$5$0$5
Transportasi di Singapore
MRT map -Singapore
Menjadi turis di Singapore adalah hal yg sangat mudah. Kita bisa mencapai tiap sudut dan Singapore tourist attraction dengan mudah dan cepatnya baik menggunakan MRT maupun bus. Kita jg bisa menggunakan fitur Train Fare Calculator untuk menghitung perkiraan biaya yg kita perlukan.
Note : Naiklah bus dari depan dan turun dari pintu tengah. 
Dahulukan penumpang yang akan keluar MRT sebelum Anda masuk.  
Saya menghabiskan 43 menit untuk mencapai Chinatown Station, dimana hostel saya Pillow and Toast  berada. Pillow and Toast hostel baru saja membuka cabang ke 2 nya Pillow and Toast Heritage, saya mencoba book di cabang pertamanya di Mosque street. Berkat Agoda, saya mendapat harga yg murah yaitu hanya 276.000 rupiah / malam(8 female dorm) termasuk breakfast. Jauh lebih murah daripada jika kita book langsung! 

Walau murah, hostel ini memiliki tingkat keamanan yg cukup tinggi. Pintu utama akan terkunci pada pukul 19:00-07:00, tamu bisa menggunakan kartu magnetik untuk membukanya, kartu ini jg berfungsi untuk membuka pintu kamar kita sendiri. Pada tiap kamar kita juga mendapat loker gratis, kita bisa membeli gembok di resepsionis jika tidak membawa gembok sendiri. Oh iya, kita harus meninggalkan deposit 15 SGD yg akan di kembalikan ketika kita check out.
Soal kebersihan, hostel ini juga bisa dibilang ok,mereka mengharuskan tamu2 nya untuk melepas sepatu/sandal mereka selama berada di dalam hostel.
Pada sisi masing2 tempat tidur kita, telah tersedia lampu tidur/baca dan juga power socket (Bawalah converter sendiri) 

Pillow & Toast hostel - Mosque Street 
Mudah saja mencapai hostel mungil ini, turun di Chinatown station ambil exit A langsung putar balik dan belok kanan 1 blok kemudian kanan lagi. Kebetulan saat ini adalah Mid-Autumn Festival dan Chinatown meriah dengan lampion2 nya.

Chinatown Shopping Street
Chinatown Shopping street ini biasanya mulai buka sekitar pukul 12:00 sampai menjelang pukul 23:00. Beberapa toko makanan seperti Bee Cheng Hiang dan Fragrance yang menjual dendeng2 segar sudah buka sejak sekitar pukul 08:00. Kalau mau cari oleh2 murah meriah disinilah tempatnya.

Sambil melepas penat setelah seharian mengarungi lautan dan jalanan :p saya masuk pit stop dulu...alias isi perut!! hihi...Saya keluar di Clarke Quay station (sebenarnya bisa juga jalan saja dari Chinatown ke Clarke Quay kalau memang ingin menikmati kota Singapore ini). Persis di seberang exit Clarke Quay (exit ke jalan Eu Tong Sen/New Bridge Road) ada sebuah depot Ba Kut Teh. ngookk... enak banget ba kut teh disini tidak ada rasa pahit2 obat nya. Empuk pula. 1 mangkuk kecil seharga 6 SGD yg besar 8 SGD. Lalu kita bisa tambah mau makan dengan Ca kue/nasi/misoa.
Song Fa Bak Kut Teh - Clarke Quay
Selepas kenyang, kaki saya tapakkan di daerah Marina Bay sembari berjalan pelan menikmati Singapore yg setiap harinya berubah ini. Sayangnya kabut asap kiriman dari kebakaran hutan di Indonesia sedikit mengganggu pemandangan sore ini. 
Singapore Flyer di kejauhan
Dari kejauhan saya bisa melihat Singapore tourist attraction yg bisa di bilang cukup baru : Gardens by the Bay.  
Gardens by the Bay
Gardens by the Bay ini merupakan taman besar yg terbagi menjadi beberapa area,di antaranya :

Outdoor Garden
Jam buka : 05.00AM -02.00AM
Free ticket
 Tips : bawalah payung jika berkunjung di siang hari, karena panas matahari langsung menyengat.

Conservatories (Flower Dome / Rainforest) - air conditioned
Jam buka : 09.00AM- 09.00PM
Jika mau masuk ke dua conservatories ini, biayanya : 28 SGD
Kami memilih masuk ke Flower Dome saja dan saya membayar tiket 16 SGD.  Tidak seperti outdoor garden, conservatories ini sejuk karena dilengkapi dengan AC.

Sangat beruntung di Flower Dome sedang ada event :
 
Autumn Harvest (1 oktober - 27 November 2012)
OCBC Skyway
Jam buka 09.00AM-09.00PM
Ticket : 5 SGD
Menikmati pemandangan dari atas jembatan OCBC Skyway
Selepas makan malam di Marina Bay Sands food court, kami berjalan santai menuju pelataran mall yg menghadap Singapore River. Seperti yg di infokan oleh resepsionis di hostel, ada pertunjukan laser show pada pukul 8pm dan 9.30 pm. Pertunjukan ini memadukan permainan lampu laser,air dan juga suara. Ada pesan sosial disana serta sebuah lagu tentang dunia yg indah. Pertunjukan berlangsung sekitar 15 menit 

Marina Bay Sands - Laser Show

Kembali menuju Pillow and Toast di Chinatown, toko2 yg menjual souvenir dan oleh2 khas Singapore di sana sudah mulai tutup. Saya masih menyempatkan diri mengambil beberapa foto suasana Mid-Autumn Festival di Chinatown Singapore ini. 


Day 2
Sebenarnya hari ini dapat sarapan roti di hostel (namanya hostel semua serba self service loh,jadi kita bisa langsung membuat sarapan kita di dapur mungil bersama) tapi saya melewatkan sarapan hari ini dan langsung breakfast Subway! haha..menu favorit teman saya tuh. 

Lalu kami naik bus dari Somerset menuju Plaza Singapura di Dhoby Gout untuk sedikit cuci mata dan juga makan ..(oops..iya ga salah baca kok) hahaha untuk menu breakfast ke 2 kami nongkrong di Ajisen Ramen. 
Tom Yum Ramen!

Kekenyangan, kami memilih jalan2 di area CHIJMES di Victoria Street (MRT Bras Basah/City Hall). Di malam hari kita bisa menikmati keindahan romantis gereja tua tersebut di pub2 dan restaurant yg berada di belakang gereja itu.Pada siang hari kita hanya bisa mengambil beberapa foto arsitektur bangunan berusia lebih dari 130 tahun ini. 

Karena tidak banyak yg bisa kami lakukan di CHIJMES, kami bergeser berjalan kaki ke Funan IT mall yg mungkin bisa di sebut mangga dua nya Singapore. Dari komputer serta aksesorisnya, handphone, gadget2, kamera, Hobbies toy shop, dan sebagainya ada di sini. 
Kami juga sempat mampir di Bishamon Japanese Food di lantai bawah Funan IT mall ini. Menurut teman saya ini the best curry rice. 
Japanese Curry Rice
Setelah beres kegiatan cuci mata di Funan yg membuat kami lupa waktu, kami bergeser untuk dinner di food court VivoCity. Astaga! baru sadar saking hebohnya makan sampai lupa dokumentasikan haynam chicken rice yg saya pesan. Jangan lupa untuk mencicip makanan ini ya kalau ke Singapore. Rekomendasi tempat lain yg menjual haynam chicken rice enak di Singapore : Click here

Day 3
Sebelum kembali berurusan dengan imigrasi, pasport, dll untuk menuju pulang ke Surabaya kami menyempatkan diri untuk "mengintip" Universal Studios Singapore.

Getting to "Universal Studios Singapore"
Untuk menuju ke Universal Studios Singapore atau Sentosa Island sekarang ini sangat lah mudah. Kita bisa naik Sentosa Express dari lobby L-Lantai 3 VivoCity. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 4 menit. 
Sentosa Express
Sekali lagi, kartu sakti EZ-Link card bisa kita gunakan untuk langsung naik ke platform Sentosa Express. Sehingga kita tidak perlu mengantri membeli tiket lagi. Tiket Sentosa Express menuju Sentosa Island adalah 3.5 SGD. Sentosa Express beroperasi sejak pukul 07.00am - 12 mn.

Karena keterbatasan waktu, saya yang belum pernah mengunjungi Universal Studios Singapore tersebut sudah cukup puas berkeliling sebentar di halaman nya dan mengambil beberapa foto termasuk foto dengan globe nya Universal Studios :p

 


Masih ingin rasanya menikmati Singapore yg menawarkan kemudahan dan keindahan serta makanan yg enak2. Tapi saya sudah di tunggu oleh Tigerairways untuk kembali ke Surabaya.

Sampai jumpa Singapore ...

List hotel / hostel murah lainnya di Singapore : Hostel murah Singapore

Friday, September 14, 2012

Han's Ancestral House / Rumah Abu Han

Rumah Abu Han adalah sebuah rumah tua yang di dirikan sekitar abad ke 18 oleh seorang keturunan ke 6 dari garis keturunan keluarga Han, Han Bwee Koo. Terletak di kawasan kota lama Surabaya, rumah abu Han didirikan dan berfungsi ganda yaitu sebagai rumah sembahyang dan rumah tinggal. Berdiri sebagai saksi sejarah zaman kolonial Belanda, pemiliknya yang bersuku Tionghoa, dan berletak di tanah Jawa membuat perpaduan 3 budaya yang unik pada arsitektur rumah abu ini. 
Area depan sebagai Area Sembahyang, Area belakang sebagai area tinggal
Rumah Abu Han adalah rumah "abu" pertama di Surabaya, walau bernama rumah abu sebenarnya tidak ada abu yang di simpan di rumah ini melainkan Sinci (kayu2 berukir nama mendiang leluhur keluarga Han) saja yg ada di latar sembahyang. Di sebelah rumah abu Han, juga ada rumah abu The (menantu keluarga Han) tapi hanya ada 2 Sinci di dalam nya.


Pembagian ruangan di rumah abu Han adalah sebagai berikut:
1. Teras rumah abu Han
Rumah kuno perpaduan budaya Eropa, China dan Jawa
2. Hall tamu : tempat menerima tamu keluarga dengan 24 kursi bergaya Belanda klasik

3. Hall keluarga : tempat berkumpul dan rapat bagi keluarga Han, atau menunggu giliran untuk bersembahyang.
4. Area Sembahyang

5. Area tinggal : dulunya tempat menampung keluarga Han yg baru datang dari Tiongkok dan belum mempunyai tempat tinggal.

Saat ini rumah abu Han sudah mulai di buka untuk umum sebagai media pendidikan berdasarkan perjanjian dengan pemiliknya pak Robert yg sekarang.
Untuk lebih jelasnya bisa di simak video berikut ini :
Thanks to Kevin Reinaldo for the documentary video